Kamis, 02 Juni 2011

Menulis Yuk...

Indahnya kata akan terlihat semakin indah bila ia dirangkai dengan hati yang dapat merasakan kata 'indah'
Manisnya kata jelas terasa lebih manis bila ia dikemas dalam bingkai jiwa yang bisa menciptakan rasa 'manis'
Syahdunya kata dapat terkecap semakin biru jika ia dibalut dalam butiran rindu yang memunculkan nuansa 'syahdu'
Pedihnya kata terasa lebih pahit jika ia dicabikkan dalam tetesan air mata yang menusukkan'kepedihan'

Kata, terserah ia akan memberi makna.....





Rumah Pensil merupakan wadah pengembangan kreatifitas menulis pada anak. kegiatan Rumah Pensil sebenarnya sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun yang lalu, ketika pada saat itu saya masih mengajar di beberapa Sekolah Dasar di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Saat itu, antusiasme murid murid terhadap kegiatan kepenulisan boleh dikatakan tidak mengecewakan. Mulai dari membuat puisi sederhana, cerita pengalaman liburan, mading, komik dan membuat tebak-tebakkan melalui kata. berbagai permainan yang melibatkan ketrampilan dalam menggunakan kata sudah sering kali dipraktekkan. Hasilnya, mereka sangat menikmati permainan tersebut. Dari minggu ke minggu kami selalu membuat kegiatan baru berkaitan dengan pengembangan kosakata anak-anak mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Yah begitulah cerita singkatnya awal mula saya mengembangkan kegiatan menulis untuk anak-anak.

Sejak kepindahan saya ke pulau paling timur di negara ini, keinginanku untuk menmberikan tempat bagi anak-anak untuk belajar menulis semakin besar. Yahh...meskipun dapat dikatakan jauh dari kata maksimal. Pada awalnya hanya ada 2 siswa yang mau ikut bergabung dalam wadah kepenulisan ini. Tujuan saya sederhana. Saya ingin anak-anak generasi sekarang ini mau dan mampu menuangkan ide, gagasa,dan  kritiknya memalui tulisan. Tidaklah gampang...wong saya sendiri juga masih perlu banyak belajar dari para senior yang sudah berhasil menjadi penulis-penulis terkenal. Aku ingin, mereka-mereka yang kini masih duduk di bangku sekolah dasar diberi kesempatan, dituntun dengan berbagai keilmuan, dibimbing untuk menuangkan gagasan. Bagaimana mereka bisa menulis jika mereka tidak diberi pengarahan dan pendidikan untuk menulis. Memang, di sekolah pun ada pelajaran Bahasa Indonesia dengan alokasi waktu yang sangat terbatas pada setiap minggunya. Jelas mereka memerlukan bimbingan tambahan sebagai guru menulis mereka.
Dari situlah, tepatnya Januari tanggal 28, 2011 saya memberinya nama Rumah Pensil. Meskipun tidak berharap banyak dengan wadah ini, tapi saya berharap wadah ini dapat menjadi tempat bagi mereka yang ingin belajar menulis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar